Olahraga dan Hiburan yang Kurang Dikenal Masyarakat

CANYONEERING merupakan aktivitas yang digolongkan olahraga alam bebas. Olah raga jenis ini berbasis penelusuran sungai, ngarai/- jurang, air terjun yang memadukan berbagai teknik disiplin alam bebas seperti abseiling/- rapelling (turun tebing), scrambling (melipir tebing), berenang, lompat tebing, maupun hiking.

Salah satu fasilitator Baturraden Adventure Forest, Wiwit Yuni mengatakan, beberapa tahun terakhir kegiatan ini telah berkembang menjadi olahraga dan aktifitas yang lebih bersifat hiburan. Namun, hal ini belum akrab dengan telinga masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Awalnya, aktifitas yang belakangan umum disebut dengan canyoning tersebut awalnya merupakan aktifitas yang lebih ditujukan untuk penelitian seperti hidrologi, klimatologi, ekologi, dan berbagai penelitian lain. Canyoning cukup berkembang di negara-negara Eropa, diawali di Perancis dan Italia.

"Di Indonesia sendiri, canyoning cukup berkembang di Bali mengingat ICOPro sebagai federasi internasional yang menaungi canyoning berbasis di Bali. Namun demikian belum banyak pegiat maupun komunitas yang benar-benar konsisten bergerak di bidang canyoning," tutur pegiat web wisata online ini.

Nilai Jual
Dia mengatakan, Banyumas sebagai wilayah yang terletak di sebelah selatan Gunung slamet memiliki potensi yang cocok untuk aktifitas canyoning. Jumlah sungai dan air terjun yang jernih dan berair stabil cukup melimpah. Apalagi, keduanya memiliki pemandangan yang indah serta dekat dengan pemukiman penduduk.

Koordinator komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID) Purwokerto Isro Adi Harso menuturkan bahwa canyoning bisa menjadi salah satu alternatif program untuk meningkatkan nilai jual potensi kekayaan alam tersebut. "Seperti aktifitas alam bebas lain, canyoning memiliki kendala yang lebih bersifat alam. Namun demikian hal itu dapat diatasi dengan penguasaan teknik dan standar peralatan memadai," ujar Isro.

Dia menambahkan, canyoning ini bisa ditawarkan dalam bentuk ekspedisi untuk masyarakat luas dan pecinta alam. Untuk mengenalkan potensi kekayaan wisata alam yang ada di Banyumas. (Nugroho Pandhu Sukmono-44)