Menggali Mutiara di Hutan Tropis Baturraden

BANYUMAS memiliki potensi alam yang berupa sungai, ngarai/jurang, dan air terjun yang belum tergali secara optimal. Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui aktifitas petualang alam bebas yang dapat digarap dengan memadukan olahraga alam bebas dan hiburan.

Hal tersebut mengemuka sebagai hasil dari ekspedisi canyoning Sungai Pelus Baturraden yang melibatkan beberapa elemen masyarakat pariwisata Banyumas, di Sungai Pelus Baturraden Sabtu-Minggu (18- 19/1) lalu.

Sekitar dua puluh orang yang dari beberapa elemen pariwisata Banyumas mengikuti Ekspedisi Canyoning Sungai Pelus yang mempakan hasil kerjasama antara komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID) dan Baturraden Adventure Forest (BAF) serta diikuti oleh perwakilan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengcab Banyumas, Paguyuban Pariwisata Banyumas dan kalangan mahasiswa pecinta alam (mapala).

Ekspedisi yang digelar selama dua hari tersebut melewati dua rute penelusuran. Keduanya ditempuh selama enam hingga delapan jam per harinya. Ekspedisi hari pecama dimulai dari titik masuk (entry point) di salah satu titik di hulu sungai Pelus yang berada di Jalur alternatif Baturraden - Serang Purbalingga hingga ke titik keluar (exit point) lokasi BAF. Dan di hari kedua dimulai dengan entry point di BAF dan exit points di Curug Lawang Karangsalam Banyumas.

Selama dua hari penelusuran, peseta menelusuri aliran Sungai Pelus separaig kurang lebih lima belas kilometer, menuruni sekitar delapan air terjun, serta mengarungi beberapa kolam alami, dan beberapa ben-- tukan alam lain. Rute hari pertama lebih berupa sungai berair kecil yang berada dibawah kanopi hutan.

Sedangkan di hari kedua, rute yang dilalui lebih berupa sungai terbuka dengan dinding sungai yang relatif menyempit dan kolam alami yang lebar dan dalam. Curug Lawang sebagai exit point menjadi ikon rute hari kedua berupa airterjun dengan bentukan s e p e r t i gua karena diapit di antara dua tebing yang menyatu pada bagian atasnya. Menantang

"Banyumas terutama di kawasan Baturraden memiliki potensi alam yang belum tergali. Salah satunya untuk kegiatan canyoning yang tentu sangat seru dan menantang," kata Koordinator Komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID) Purwokerto IsroAdi Harso, usai melakukan penelusuran jalur canyoning, kemarin.

Dia menuturkan, di sepanjang kedua rute ini, penjelajah dapat menikmati pemandangan alam hutan hujan tropis yang rimbun. Tak ketinggalan, beraneka ragam flora dan hewan-hewan kecil penghuni hutan yang lembab juga bebas berkeliaran. "Mereka adalah mutiara di hutan Baturraden. Selain pemandangan alam yang menakjubkan, kehidupan hutan di sini sangat eksotis," tutur Isro.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Deskart Sotyo Djamtiko yang juga menjadi peserta ekspedisi mengatakan. canyoning merupakan dapat menjadi produk pariwisata baru yang membangkitkan adrenalin. "Untuk di Banyumas sendiri, banyak potensi sungai-sungai yang memiliki riam-riam dan punya kedalaman yang cukup untuk melaksanakan kegiatan canyoning," ucapnya.

Dia menambahkan; dari pendataan di lapangan, wilayah sekitar Baturraden terdapat lima sungai besar yang sangat cocok untuk kegiatan canyoning. Apalagi, tebing-tebing sungai tersebut cukup tinggi dan cukup menantang untuk ditaklukkan.

Lebih lanjut, ia berharap jika ke depannya, canyoning dapat menjadi salah satu wisata yang diminati. Sebab, canyoning ini bisa menjadi salah satu alternatif dan primadona pariwisata di kawasan wisata Baturraden. "Di beberapa tempat di luar Baturraden atau Kabupaten Banyumas ada body rafting yang telah dikembangkan oleh sejumlah operator outdoor pariwisata. Namun wisata yang berbasis kepada gunung berapi memang baru di Baturraden", lanjutnya. (Nugroho pandhu Sukmono-44)